Pengertian Surat Sewa Menyewa, Hal-Hal Penting Dalalam Surat Sewa Menyewa

Indonesia merupakan Negara hukum, banyak sekali tindakan-tindakan yang sudah di atur pada sebuah undang-undang, dengan demikian semua tindakan dapat dipertanggungjawabkan. Antara hak dan kwajiban sudah dijamin dan di atur dalam undang-undangan, mulai dari kegiatan sederhana sampai kegiatan yang bersifat pribadi juga sudah diatur didalanya. Termasuk juga dalam hal sewa dan menyewa barang atau benda. Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi pengetahuan tentang Terampil Membuat Surat khususnya Surat Sewa Menyewa baik barang ataun benda-benda lainnya. Pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang Surat Perjanjian sewa menyewa, seperti  sewa tanah, sewa alat elektronik, sewa rumah, sewa mobil, sewa alat berat maupun perjanjian sewa menyewa barang lain. Kegiatan Perjanjian sewa dan menyewa telah diatur pada undang undang KUHP.

Pengertian Sewa Menyewa 

Agar lebih memahami tentang surat penjanjian swa menyewa baik barang atau penda, maka kalian harus mengetahui dasar mengenai perjanjian tersebut, Banyak hal-hal yang penting dalam surat perjanjian sewa menyewa agat tidak terjadi kesalahan, Apabila terjadi kesahalan pada surat perjanjian swa-menyewa maka  akan  membuat surat perjanjian sewa menyewa menjadi celah yang akan merugikan salah satu pihak, atau bahkan kedua belah pihak dalam perjanjian. Nah, apa saja  hal-hal mendasar terkait perjanjian sewa menyewa.

Pengertian Sewa Menyewa

Arti sewa  memakai benda atau barang dengan syarat mengganti sejumlah uang, sedangkan arti dari menyewa berarti memakai (dalam arti meminjam atau menampung) dengan persyaratan membayar uang sewa. Dengan Demikian pengertian  Sewa menyewa adalah kesepakatan antara dua pihak dimana  satu orang yang menyewakan dengan orang lain yang disebut pihak penyewa. Orang yang menyewakan menyerahkan barang yang hendak disewa kepada Orang penyewa untuk dinikmati sepenuhnya.  Sewa menyewa barang merupakan kegaitan menyerahan barang oleh si pemilik kepada orang lain, dengan memungut hasil dari barang itu dan dengan syarat pembayaran uang sewa oleh pemakai kepada pemilik.

Surat Perjanjian Sewa dan menyewa adalah suatu surat perjanjian, antara kedua belah pihak pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan fungsi suatu barang kepada pihak lain selama waktu tertentu, dengan persyaratan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak yang penyewa (perhatikan Pasal 1548 KUHPerdata).

Dari pengertian diatas terdapat unsur dalam surat perjanjian Sewa Menyewa
  1. Terdapat orang atau disebu pihak yang menyewakan (meminjamkan) dan orang atau pihak penyewa (peminjam);
  2. Terdapat kesepatakan  antara kedua belah pihak,
  3. Terdapat barang atau benda  sewa menyewa, yaitu objek, baik bergerak maupun tidak bergerak,
  4. Terdapat hak dan kewajiban dari pihak yang menyewakan untuk menyerahkan fungsi  kepada pihak penyewa atas suatu benda,
  5. Terdapat hak dan kewajiban dari penyewa untuk menyerahkan uang pembayaran kepada pihak yang menyewakan.
Pengertian Surat Sewa Menyewa, Hal-Hal Penting Dalalam Surat Sewa Menyewa
Pengertian Surat Sewa Menyewa, Hal-Hal Penting Dalalam Surat Sewa Menyewa

Subjek dan Objek Sewa Menyewa

Subjek atau orang-orang dalam surat pernjanjian disebut pihak yang terlibat dalam perjanjian sewa menyewa adalah orang  yang memberikan pinjaman atau menyewakan dan pihak yang meminjam atau penyewa. Orang dalam hal ini disebut sebagai Pihak yang menyewakan adalah orang atau badan hukum yang meminjamkan atau menyewakan barang atau benda kepada pihak yang meminjam atau penyewa, sedangkan orang atau pihak peminjam atau penyewa adalah orang atau badan hukum yang menyewa barang atau benda dari pihak yang menyewakan.

Objek dalam surat perjanjian sewa menyewa adalah benda atau barang, dengan rangkaian persyaratan barang atau benda tersebut sebagai objek yang disewakan adalah barang yang halal, artinya tidak menentang pada pasal yang di atur pada undang-undang, ketertiban, dan kesusilaan.

Hak dan Kewajiban Pihak Yang Menyewakan

Pasal atau aturan yang  mengatur tentang Hak-hal  dari pihak yang menyewakan adalah menerima uang dari harga sewa yang telah ditentukan, sedangkan kewajibannya adalah sebagai berikut :
  1. Objek yang dipinjamkan atau disewakan harus diserahkan dalam keadaan baik,
  2. Objek yang disewakan harus terus dijaga dengan sebaik-baiknya dan apabila terjadi kerusakan wajib diperbaiki (apabila hal tersebut menjadi tanggung jawabnya),
  3. Memberikan jaminan kepada penyewa untuk dapat menggunakan fungsi Objek  yang disewa dengan aman selama berlaku perjanjian sewa menyewa,
  4. Bersedia menanggung atas segala kerusakan atau kekurangan pada Objek  yang disewakan, yaitu kekurangan yang dapat menghalangi pemakaian benda atau barang (objek), walaupun ia sejak berlakunya perjanjian itu tidak mengetahui adanya kekurangan atau cacat tersebut.
Sesuai dengan Pasal 1551-1552 KUHPerdata

Hak dan Kewajiban Penyewa

  1. Membayar sejumlah uang yang sudah disepakati ketika melakukan perjanjian sewa pada waktu yang telah ditentukan,
  2. Tidak boleh mengubah tujuan barang yang disewakan,
  3. Bersedia menanggung atas kerugian apabila terjadi kerusakan yang disebabkan oleh orang yang meminjam atau peminjam sendiri, atau oleh orang-orang yang diam di dalam rumah yang disewa,
  4. Mengembalikan Objek  yang disewa dalam keadaan semua ketika perjanjian sewa menyewa tersebut telah habis waktunya,
  5. Menjaga Objek yang disewa sebagai tuan rumah yang bertanggung jawab,
  6. Tidak boleh menyewakan lagi Objek yang telah disewaannya kepada orang lain. Apabila telah disepakati ketentuan tersebu dan ketentuan tersebut dilanggar, maka perjanjian dapat dibubarkan dan penyewa dapat dituntut mengganti perongkosan, kerugian, serta bunga.

Sesuai  Pasal 1560-1566 KUHPerdata

Bentuk dan Substansi Perjanjian Sewa Menyewa

Adapun bentuk perjanjian sewa menyewa yang dibuat oleh berbagai tidak ditentukan secara tega oleh KUHPerdata. Namun, surat Perjanjian sewa menyewa dapat dibuat dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perjanjian sewa menyewa yang sudah sering dilakukan  seperti  bangunan atau tanah dibuat surat perjanjian dalam bentuk tertulis dan isi pada  perjanjian telah dirumuskan oleh para pihak dan atau oleh notaris. H al-hal yang harus ada pada surat perjanjian sewa-menyewa sebagai berikut :
  • Tanggal dibuatnya perjanjian sewa menyewa,
  • Orang sebagai subjek,  yaitu kedua belah pihak yang terlibat pada surat perjanjian sewa menyewa,
  • Objek yang disewakan,
  • Jangka waktu sewa,
  • Besarnya uang sewa,
  • Hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam perjanjian tersebut,
  • Dapat juga ditambahkan mengenai berakhirnya kontrak dan denda.

Resiko Atas Hilang nya Barang

Bertanggung jawab atas suatu kerugian, Apabila terjadi sesuatu di luar kemampuan salah satu pihak yang menimpa objek perjanjian. Hilang atas objek sewa menyewa dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu hilang secara total dan hilang sebagian dari objek sewa 

Apabila objek hilang dari secara keseluruhan oleh penyewa di luar kesalahan pada masa sewa, perjanjian sewa menyewa itu gugur,  dan yang bertanggungjawab  atas hilangnya barang tersebut adalah pihak yang memberikan pinjaman. Artinya, pihak yang memberikan objek sebagai pinjaman memperbaiki dan menanggung segala kerugiannya. Namun, apabila objek yang disewa hanya sebagian yang hilang  maka penyewa, bisa memilih sesuai kondisi, akan meminta pengurangan harga dari objek yang disewa atau akan meminta pembatalan surat perjanjian sewa menyewa. Dalam hal ini, seseorang sebagai penyewa dapat menuntut kedua hal tersebut, namun seorang penyewa tidak berhak menuntut pembayaran ganti kerugian kepada pihak yang menyewakan.

Semoga artikel tentang Pengertian Surat Sewa Menyewa, Hal-Hal Penting Dalalam Surat Sewa Menyewa, dapat menambah pengetahuan dan wawasan sehingga tidak terjadi kesahalan fatal dalam membuat Surat Perjanjian Sewa  Menyewa

Comments